Membahas Teknologi Semi Otonom Yang Dimiliki Mobil Wuling Almaz RS
Membahas Teknologi Semi Otonom Yang Dimiliki Mobil Wuling Almaz RS
Seperti diketahui, Wuling Motors baru-baru ini meluncurkan Wuling Almaz Rs. Model andalan Wuling Almaz hadir dalam dua varian, yaitu EX dan PRO. Bagi Almaz RS EX terdiri dari pilihan 5 kursi dan 7 kursi, sedangkan Rumah Sakit Almaz hanya tersedia 7 kursi.
Selain harganya, hal-hal menarik dari ALMAZ RS adalah berbagai fitur baru yang disajikan. Selain Wuling Indonesia Command (Wind), Rumah Sakit Almaz dilengkapi dengan inovasi terbaru, Wuling Interconnected Smart Ecosystem (WISE) yang terdiri dari sistem asisten mengemudi lanjutan (ADAS) dan Internet of Vehicle (IOV).
Ini gambarnya. Ketika fitur ACC diaktifkan, ALMAZ RS akan secara otomatis memajukan penyesuaian kecepatan pada kecepatan kendaraan di depannya. Tidak perlu khawatir jarak dengan mobil ke depan terlalu dekat karena sistem telah mengatur untuk menjaga jarak yang aman. Fitur ini dapat bekerja dengan kecepatan 0-150 km / jam.
Kami telah mencobanya beberapa waktu lalu di daerah Ancol, Jakarta Utara, dengan kecepatan pada tingkat 45 km / jam pertama. Hasilnya ALMAZ Rs secara otomatis mengendarai dirinya sendiri meskipun pedal gas tidak diinjak dan mengikuti kecepatan mobil di depan.
Tetapi ketika mobil di depan berjalan lebih cepat, mobil tidak harus mengikuti kecepatan karena sistem akan membatasi kecepatan mobil agar sesuai dengan pengaturan di awal dan mobil secara konsisten melaju dengan kecepatan 45 km / jam.
Tentu saja fitur ini cukup menguntungkan jika diterapkan saat mengemudi di jalan bebas hambatan. Pekerjaan kaki menjadi lebih ringan karena tidak hanya menginjak pedal gas dan rem. Menariknya, kecepatan dapat secara otomatis berkurang jika mobil memasuki sudut. Ini bisa terjadi karena fitur BCA aktif.
Tetapi ingatlah dan pahami, ketika Anda memasuki tikungan, Anda harus menekan pedal rem untuk menonaktifkan fitur ACC. Karena jika itu tidak dimatikan, mobil akan memajukan diri sesuai dengan set kecepatan. Tentu saja ini akan membahayakan diri sendiri dan orang lain.
Keuntungan lain yang ditawarkan oleh Cruise Adaptif adalah bantuan jam lalu lintas (TJA), dan bantuan Cruise Cerdas (ICA). Keduanya memiliki fungsi untuk membantu menjaga jarak aman Almaz RS dengan kendaraan di depannya baik dalam kondisi lalu lintas dan lancar.
Almaz Rs bisa mengemudi sendiri
Seiring dengan penggunaan pesiar adaptif, kami juga mencoba pengenalan jalur yang terdiri dari dua fitur, yaitu Lane Departure Warning (LDW) dan Lane menjaga bantuan (LKA).
Untuk mengaktifkan layanan pengenalan lajur harus terlebih dahulu menekan tombol di ujung kanan dasbor. Masih dalam satu panel pengaturan kaca spion, tombol menjelaskan mobil yang berada di antara garis putus-putus.
Jika fitur ini aktif, tanda yang akan muncul mirip dengan tombol pada cluster instrumen. Agar lebih mudah dibaca, Wuling menandakannya dengan lampu indikator hijau.
Untuk dicatat, fitur ini memungkinkan ALMAZ RS untuk mengontrol "itu sendiri". Dapat dikatakan sebagai fitur semi-otonom karena mobil dapat memajukan dirinya sendiri mengikuti jalan tanpa diarahkan dengan tangan melalui setir.
Teller, fitur LDW akan memberikan peringatan ketika kendaraan keluar dari trek tanpa keinginan. Sementara fitur LKA akan secara otomatis mengoreksi arah roda untuk kembali ke jalur yang aman.
Tentu saja, sehingga fitur ini dapat bekerja secara optimal, mobil harus di jalan dengan logom yang jelas sehingga sensor radar dibaca. Dan memanfaatkan fitur ini pada jalan bebas hambatan pasti akan meringankan penugasan tangan dan kaki pengemudi.
Tapi ingat, fokus mengemudi harus selalu terjaga. "Fitur-fitur Wuling Almaz RS ini memang untuk memberikan kenyamanan tetapi kita tidak boleh terlalu bergantung karena pengendali kendaraan utama tetap dalam pengemudi," kata Yudi dari keselamatan yang mendorong konsultan Indonesia ketika menemani kami untuk mencoba Wuling Drive Media Hospital.


Komentar
Posting Komentar